Masyarakat Mampu Memindahkan Kegiatan Pariwisata ke Berbagai Daerah

0
53
Hilda Ansariah Sabri

SEMARANG, business tourism.co.id: Siapa yang dapat menggerakkan ekonomi rakyat di tengah kekhawatiran masyarakat dunia akan wabah virus Corona, Covid – 19? Komunitas alumni adalah salah satunya yang terus melakukan perjalanan ke tempat-tempat wisata di tanah air, kata Tjipta Purwita, hari ini.

Tjipta Purwita, mantan Direktur Utama PT Inhutani II, mengatakan bahwa pemerintah Indonesia dan industri pariwisata tidak hanya fokus pada menarik wisatawan asing tetapi juga wisatawan domestik.

"Orang yang bepergian membutuhkan transportasi, akomodasi, kuliner, suvenir, dan layanan lainnya sehingga ketika virus Corona mengglobal, sektor pariwisata adalah kekuatan pendorong ekonomi masyarakat karena ia memiliki efek berganda luas, katanya.

Bersama teman-teman Fakultas Kehutanan IPB angkatan 17, katanya, Tjipta bersama rombongan melakukan perjalanan ke sejumlah objek wisata di kota Semarang. Kehadiran komunitas alumni di ibukota provinsi Jawa Tengah memiliki dampak ekonomi positif.

"Kesan saya adalah bahwa kota Semarang semakin bersih dan lebih rapi. Saya salut kepada Walikota dan staf kreatifnya untuk membangun kota Semarang, sehingga terasa indah dan menyenangkan.

Dalam masa sulit seperti sekarang karena orang takut akan jauh karena "ancaman" Covid-19, lebih baik menikmati bepergian di rumah, alias di tanah air mereka sendiri, menjadi turis atau sering disebut turis domestik yang lebih efisien tetapi tetap menyenangkan. Salah satunya bepergian di kota Semarang.

Tjipta Purwita mengaku sangat menikmati keindahan Kota Tua Semarang yang tidak kalah dengan kota tua Jakarta, Bandung dan bahkan Surabaya. Saat bepergian, ia dan komunitasnya tidak lagi hanya berkutat dengan masalah banjir, tetapi banyak sudut indah kota yang baik untuk dinikmati dengan energi yang tidak boros.

"Mari kita melakukan tur di negara kita sendiri. Jika siklus ekonomi domestik terus berlanjut, kita tidak perlu takut akan ancaman resesi ekonomi karena fundamental ekonomi domestik kita kuat," katanya.

Masalahnya adalah, dapatkah kita membantu diri kita sendiri dengan memperkuat ekonomi domestik melalui kegiatan pariwisata, menikmati wisata kuliner, mengonsumsi produk kita sendiri, dan banyak kegiatan lain yang menggunakan produk yang dibuat oleh anak-anak bangsa sendiri?

"Jawabannya tentu bisa, Insya Allah. Jadi berbagai komunitas alumni, komunitas profesional, komunitas asosiasi merencanakan tur dalam waktu dekat untuk menyelamatkan ekonomi bangsa," kata Tjipta Purwita.

Semarang sendiri memiliki berbagai jenis tempat wisata yang harus dijelajahi jika Anda sedang berlibur atau sedang di Semarang. Tur ini termasuk air terjun atau air terjun, danau atau waduk, situs atau museum peninggalan bersejarah, tempat untuk berburu foto yang sangat kontemporer. instagramable, untuk wisata kuliner yang benar-benar memanjakan lidah.

Bepergian ke Semarang tidak lagi hanya menikmati kota tua, Lawang Sewu, Kuil Sam Po Kong, Masjid Agung Semarang. Untuk objek wisata dari segala usia, terutama warga lanjut usia dapat pergi ke Pusat Pengembangan Rekreasi dan Promosi (PRPP) Jawa Tengah.

Tempat ini dimulai dengan Pameran Semarang (PRS) yang diadakan oleh Pemerintah Kota Semarang pada tahun 1970. Lokasinya berada di Tegal Wareng di mana sekarang menyajikan hiburan publik untuk melihat taman mini Jawa Tengah, serta pameran untuk produk-produk pengembangan daerah dan swasta .

Di PPRP berbagai komunitas di ibu kota provinsi dan kota-kota lain di sekitarnya dapat mengadakan acara dan pertemuan yang tidak terjawab lainnya karena terdapat beragam pesona bangunan, tempat-tempat menarik seperti Grand Maerakaca yang dikelilingi oleh perairan danau buatan "Miniatur Laut Jawa" yang ditanami Tanaman bakau dan tertata rapi dan indah bisa menjadi tempat berfoto favorit.

Anda juga dapat menghadiri Malam Minggon Maerakaca (M2M) yang merupakan fasilitas baru bagi penduduk Semarang untuk menghabiskan malam malam mereka. Keindahannya, terutama sebelum pergantian malam sudah terkenal dan banyak diposting di berbagai media sosial sehingga Tjipta mengajak semua orang untuk mendorong kegiatan pariwisata.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here