Front Guard COVID-19 di Bali Can Accommodation di Bali Paragon Resort Hotel

0
31
Hilda Ansariah Sabri

Setidaknya 297 kamar hotel di Bali Paragon Resort Hotel untuk pekerja medis di Bali yang berada di garis depan COVID-19. (Foto Kemenparekraf)

DENPASAR, bisniswisata.co.id: Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif / Pariwisata dan Badan Ekonomi Kreatif bekerja sama dengan Bali Paragon Resort Hotel menyediakan akomodasi bagi petugas kesehatan di Rumah Sakit Universitas Negeri (RSPTN) Universitas Udayana, Jimbaran, salah satu rumah sakit rujukan COVID-19 di Bali .

Nia Niscaya, Deputi Pemasaran Kemenparekraf / Baparekraf Nia Niscata dalam siaran persnya hari ini mengatakan, penyediaan fasilitas akomodasi merupakan bentuk konsistensi Kemenparekraf / Baparekraf dengan industri pariwisata dalam upaya bersama mengatasi wabah COVID-19.

"Kami memastikan bahwa petugas kesehatan mendapatkan layanan terbaik, dari fasilitas kamar, makanan, hingga binatu, semua harus memenuhi standar kesehatan yang baik," kata Nia Niscaya.

Dalam kolaborasi ini, Kemenparekraf dan Bali Paragon Resort Hotel menyediakan 297 kamar yang terdiri dari 246 kamar tipe tunggal dan 51 kamar tipe ganda sebagai fasilitas untuk 346 petugas kesehatan. saya

Nia mengatakan, standardisasi kesehatan sangat penting untuk diperhatikan agar memberikan rasa aman dan nyaman. Tidak hanya untuk staf medis tetapi juga untuk staf dan pekerja hotel dan industri secara keseluruhan.

"Dengan demikian staf medis dapat beristirahat dengan baik, dekat dengan tempat kerja, dan lebih efektif dalam tugas mereka. Sehingga semuanya lebih baik bagi staf medis untuk berjuang dengan COVID-19," kata Nia Niscaya.

Diharapkan kerjasama ini tidak hanya akan membantu dalam menangani COVID-19, tetapi juga pada saat yang sama membantu pekerja hotel dan pengusaha. Terutama untuk pekerja langsung atau pekerja tidak langsung di hotel, serta tambahan penyerapan pekerja lain seperti penyedia makanan.

"Kerja sama ini juga merupakan bentuk dukungan Kemenparekraf untuk industri pariwisata, salah satunya adalah bisnis perhotelan sehingga dapat terus mempekerjakan karyawannya dengan program ini. Tetapi semuanya dilakukan dengan memperhatikan protokol kesehatan yang ketat dan SOP, "katanya.

Sebelumnya, Kemenparekraf telah memfasilitasi lebih dari 2.000 tenaga kesehatan untuk mendapatkan akses transportasi dan akomodasi bekerja sama dengan puluhan hotel. Mulai dari Accor Group, Swissbel Hotel, Reddoorz, Grand Sahid, dan Le Meridien Hotel. Untuk penyedia layanan transportasi, Kemenparekraf bekerja sama dengan Panorama Destination, White Horse, Antavaya, dan Grab.

"Dukungan dan kerja sama industri pariwisata adalah upaya bersama kami dalam menangani pandemi COVID-19," kata Nia Niscaya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here