Duta Besar Indonesia untuk Kerajaan Swedia Marathon Mempromosikan Pariwisata Berkelanjutan

0
71
Hilda Ansariah Sabri

Bagas Hapsoro, Duta Besar Republik Indonesia untuk Kerajaan Swedia dan Republik Latvia mempersembahkan pariwisata Indonesia di Gothenburg, kota terbesar kedua di Swedia

GOTHENBURG, Swedia, business tourism.co.id: Kota terbesar kedua di Swedia menjadi tuan rumah bagi pengusaha agen perjalanan Swedia dan Indonesia. Acara yang diadakan oleh Kedutaan Indonesia di Stockholm, berlangsung sehari setelah acara yang sama diadakan di Latvia.

"Kami mengadakan Pertemuan Bisnis dan Bisnis dan Lokakarya dengan Agen Perjalanan dan Operator Tur Swedia untuk mempromosikan objek wisata di negara yang menarik dan berpotensi dipasarkan untuk turis Swedia," kata Bagas Hapsoro melalui rilisnya hari ini.

Duta Besar Republik Indonesia untuk Kerajaan Swedia dan Republik Latvia mengatakan bahwa orang-orang Swedia memiliki hobi melakukan perjalanan jarak jauh rata-rata dua kali setahun. Terutama untuk tujuan wisata yang menawarkan atraksi panorama pantai, pegunungan, dan budaya yang menarik.

"Semangat ini telah menjadi salah satu peluang dan potensi yang harus dimanfaatkan oleh Indonesia, untuk meningkatkan arus wisatawan Swedia ke Indonesia," tambahnya.

Memanfaatkan kesempatan ini, pada tanggal 31 Oktober 2019 di Gothenburg, Swedia, Kedutaan Besar Republik Indonesia di Stockholm bekerja sama dengan Caraka Travelindo, Asien Paradisresor, Pusat Manajemen Tujuan Nusa Tenggara Timur (NTT DMC) dan didukung oleh Turkish Airlines.

Kali ini Duta Besar Bagas Hapsoro menggarisbawahi bahwa Indonesia memiliki fokus pada pengembangan pariwisata berkelanjutan (pariwisata berkelanjutan), tempat turis tidak hanya bepergian dan menikmati tujuan wisata.

Bepergian ke Indonesia berarti bahwa masyarakat Swedia juga terlibat dalam kegiatan yang bermanfaat yang memiliki makna lebih dalam untuk memberikan kontribusi besar dan dampak positif pada pelestarian alam, lingkungan, dan masyarakat setempat.

"Kami mengundang para pemangku kepentingan pariwisata Swedia untuk bekerja bersama dan mempromosikan Indonesia yang berkelanjutan. Selain menawarkan keindahan alam dan kekayaan budaya serta keramahtamahan, juga kemudahan salam bebas visa selama 30 hari untuk wisatawan Swedia dan udara yang selalu nyaman sepanjang tahun, "kata Bagas Hapsoro.

Sigi Neuhaus, warga negara Jerman yang memiliki kecintaan besar terhadap Indonesia, melalui perusahaan agen perjalanan yang ia kelola, Caraka Travelindo, secara intensif mempromosikan Indonesia dalam presentasinya.

Saat ini ada 10 tujuan baru di Indonesia yang dikenal sebagai 10 Bali baru, dan masing-masing memiliki keunikan dan keindahan tersendiri. Indonesia juga memiliki infrastruktur pariwisata canggih saat ini dan akomodasi yang memadai serta fasilitas transportasi yang memudahkan wisatawan yang ingin berlibur ke Indonesia.

Beberapa tujuan wisata baru yang sangat baik di Indonesia, yaitu Flores, Sumbawa, Pulau Komodo, Labuan Bajo, juga dipromosikan oleh Oyan Kristian dari NTT DMC.

Saat ini pengembangan infrastruktur pariwisata di kawasan ini berkembang pesat, yang ditandai dengan maraknya investor yang sedang membangun fasilitas hotel, transportasi kapal, untuk memudahkan wisatawan berlibur dan menikmati keindahan kawasan wisata.

Masyarakat Swedia memiliki keinginan yang cukup besar untuk mengikuti paket wisata dengan tema melakukan pariwisata secara berkelanjutan (pariwisata berkelanjutan).

Hanna Anfelter, seorang jurnalis perjalanan yang memiliki perhatian besar pada masalah pariwisata berkelanjutan, berbagi pengalamannya selama tur di daerah Sidemen, Bali.

Wisatawan dapat tinggal di penginapan yang dikelola oleh penduduk setempat dan restoran lokal menyediakan makanan dari kebun yang dikelola sendiri. Tidak ada penggunaan plastik di area penginapan daerah Sidemen dan memprioritaskan konsep kembali ke alam, kata Hanna Anfelter.

Pertemuan B to B berlangsung secara intensif dan ada diskusi yang menarik antara Swedia dan Agen Perjalanan Indonesia, yang membahas peluang untuk mengembangkan paket wisata tujuan baru dan Bali yang masih menjadi tujuan utama kunjungan wisatawan Swedia.

Kunjungan wisatawan Swedia ke Indonesia menunjukkan tren yang relatif meningkat dari tahun ke tahun. Berdasarkan data dari Kementerian Pariwisata pada tahun 2018 ada 50.380 wisatawan Swedia mengunjungi Indonesia, dengan pengeluaran rata-rata US $ 1.500 per wisatawan.

Nilai ini masih memiliki potensi yang cukup besar di masa depan untuk meningkat dan perlu dimanfaatkan secara optimal oleh bisnis pariwisata di Indonesia, kata Dubes Bagas Hapsoro.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here