Boom Pariwisata Setelah Pandemi Setelah, Pendidikan Masyarakat Menjadi Bangga dengan Pariwisata Lokal.

0
34
<pre><pre>Boom Pariwisata Setelah Pandemi Setelah, Pendidikan Masyarakat Menjadi Bangga dengan Pariwisata Lokal.

JAKARTA, business tourism.co.id: Kebijakan pemerintah mengenai larangan mudik Idul Fitri untuk mengurangi penyebaran virus Corona membuat industri pariwisata Prov. Lampung tidak dapat menuai kekayaan musiman dari kunjungan wisatawan domestik (wisnus) yang akan pulang atau hanya dalam perjalanan.

Meski dalam kondisi normal, Provinsi Lampung menjadi pusat bagi para pelancong untuk melanjutkan perjalanan mereka melalui jalan darat ke kota-kota besar lainnya di pulau Sumatra. Pada tahun 2020 ketika hampir semua negara di dunia menghadapi pandemi global COVID-19, larangan pulang ke rumah memang terasa sangat ketat.

Sekadar informasi, ada tujuh titik isolasi di Provinsi Lampung yang menghambat perjalanan para pelancong yang putus asa, misalnya untuk sampai ke kampung halamannya karena keberadaan penjaga di mana-mana.

Ketujuh isolasi tersebut adalah 1. Isolasi Pos Bakau dari / ke Pulau Jawa, Lampung Selatan. 2. Long Harbour Post, dari dan ke Jakarta / Semarang di pelabuhan Panjang, Bandar Lampung. 3. Pos Pelabuhan Bandar Bakau Baru dari / ke Jakarta, Lampung Selatan.

Penempatan Keempat atau Pos Krui dari / ke Provinsi Bengkulu, Pesisir Barat.5. Pos Sukau dari / ke Oku Selatan, Sumatra Selatan, Lampung Barat. 6. Way Tuba Pos dari / ke Oku Timur, Sumatra Selatan, Way Kanan dan 7. Pos Simpang Pematang dari / ke Sumatra Selatan, Mesuji.

Meskipun ia tidak bisa pulang, Adi Susanto, CEO Adiyatama Tours & Travel yang juga merupakan ketua DPD Asita Prov. Lampung bahkan meminta para pelancong untuk berpikir positif saja. "Di Lampung memang tidak ada implementasi pembatasan sosial berskala besar (PSBB). Ikuti kebijakan pemerintah karena semua kebijakan adalah untuk memotong penyebaran virus," katanya.

Berbicara sebagai sumber daya Reseller Travel Agent (RTA) di Live Insta Story, Instagram @resertertravel Anton Thedy jelang Lebaran, pria kocak ini mengaku bahwa meskipun ditolak, ia tetap optimis setelah pandemi COVID-19, pariwisata tetap ada ledakan.

"Saya tidak ingin menyerah pada situasi ini, saya tidak bisa menjual paket wisata, jadi saya sekarang menjual tanggal dan meminta teman untuk membeli dengan cara yang tidak biasa. Harus menggunakan trik dan metode halal dengan mengetuk hati. pembeli potensial. Hasilnya adalah pembeli bisa membeli antara 10 kg – 90 kg / orang, "dia terkekeh

Pentingnya Pendidikan

Ia digolongkan sebagai seseorang yang menjalani kehidupan dengan suatu pola Cara positif maka dengan jaringan pertemanan yang luas di berbagai organisasi kemasyarakatan, Adi Susanto mulai mengedukasi warga Lampung untuk mengenal atraksi di daerahnya sendiri mulai dari 10 km hingga 20 km dari rumahnya.

"Di ibu kota provinsi Bandar Lampung, ada banyak objek wisata yang penduduknya sendiri mungkin tidak tahu, jadi saya mengundang masyarakat Lampung untuk mengenali objek wisata mereka sendiri," katanya.

Lembah Hijau, sebuah objek wisata seluas 30 hektar di Bandar Lampung. (Foto: nativeindonesia.com)

Setelah pandemi global berakhir atau jika ada pelonggaran, wisatawan domestik akan memulai bisnis perjalanan dan pariwisata di negara ini. Untuk provinsi Lampung, warga sendiri akan memulai tur, katanya.

"Saya sudah meminta pemulihan lalu kebijakannya tur studi semua sekolah di provinsi ini dilaksanakan di Provinsi Lampung karena kami memiliki dua kota yaitu Kota Bandar Lampung dan Kota Metro dan 13 kabupaten yang memiliki objek wisata buatan, wisata alam, wisata bahari, budaya, kuliner dan lainnya, "kata Adi.

Dari sekian banyak gunung yang mengelilingi Lampung, Anak Krakatau adalah salah satu tujuan wisata yang paling sering dikunjungi oleh pendaki. Selain itu, provinsi ini juga menawarkan beragam wisata bahari yang terkenal dengan lokasi penyelaman, seperti Pantai Rashed, Pulau Tegal, Pahawang, Kelagian, Balak, Mahitam, dan Tanjung Putus.

"Pulau Pahawang adalah daerah Lampung dan cukup untuk menyelam setengah meter telah bertemu dengan ikan hias Nemo yang sengaja dibudidayakan dan menyebar di sekitar pulau. Pengunjung per minggu dalam periode normal bisa mencapai 10.000 orang," jelasnya.

Tempat wisata berikutnya di Lampung, yaitu Tanjung Liwa berselancar yang banyak dikunjungi oleh turis Jerman dan Australia, ada juga Teluk Kiluan, lokasinya tepat di Kabupaten Pesawaran, Lampung. Selain menawarkan pemandangan indah laut biru, di sini juga bisa melihat lumba-lumba tangan pertama berenang bebas.

"Sekitar 10 km dari rumah saya sendiri di kota Bandar Lampubg ada objek wisata Lembah Hijau yang menggabungkan unsur rekreasi dan pemandangan alam hijau. Tempatnya cukup luas, mencapai 30 hektar dengan berbagai wahana menarik, mulai dari wahana air , keluar sampai bumi perkemahan, "

Manajer membagi Taman Wisata Hijau seluas 30 hektar menjadi 2 bagian. 15 hektar untuk taman wisata dan 15 hektar untuk taman margasatwa sehingga banyak kegiatan dapat dibuat di daerah ini untuk keluarga, tur studi untuk keluar perusahaan.

Banyak pesimis dapat mengemas atraksi lokal untuk penduduk lokal. Tetapi menurut Adi Susanto, orang-orang yang bepergian tidak ingin menjadi rumit dan kegiatan menjadi kunci utama juga sehingga wisatawan Lampung ditawari perjalanan ke Pusat Pelatihan Elephant Way Kambas akan menikmati kesenangan.

"Kami membuat paket memandikan gajah, bermain sepak bola dengan gajah dan kegiatan lainnya yang keterampilannya juga telah dikuasai oleh Gajah," katanya.

Pariwisata Antar Provinsi

Satu hal lain yang membuat pihaknya optimis tentang menyambut pariwisata setelah COVID-19 adalah pembangunan Jalan Tol Trans Sumatra sepanjang 2.974 Km, yang terdiri dari koridor utama 2.062 Km dan koridor pendukung 890 Km yang terus dilakukan oleh Pemerintahan Presiden Jokowi.

"Jalan tol Palembang-Lampung telah dibuka dan selama HUT Asita Januari lalu para anggota mencoba. Jaraknya cukup 3,5-4 jam dari Palembang meskipun dulu butuh 12 jam loh"Kata Adi dengan antusias.

Pembukaan jalan tol Palembang-Lampung memiliki dampak positif karena sebelum pandemi, Adi dapat membuat paket wisata tanpa menginap untuk 850 karyawan dan keluarga mereka dari rumah sakit di Palembang untuk tur sehari di Bandar Lampung.

Pembukaan akses jalan tol ini akan sangat berpengaruh bagi kebangkitan bisnis pariwisata setelah pandemi COVID-19 karena wisatawan antar provinsi dari Jambi, Bengkulu punya waktu untuk meramaikan hotel di Bandar Lampung.

Ia optimistis, paket wisata antar provinsi akan dibuat ledakan lebih banyak kegiatan wisata karena selama ini Provinsi Lampung juga menerima banyak wisatawan dari Jakarta, Bandung dan Yogya. "Tenang saja, kami memiliki 5000 kamar hotel dan hotel bintang 12. Sekarang hmm? 8 hotel berbintang ditutup sementara, "

Adi Susanto meminta kalangan industri pariwisata untuk juga kompak dan bersatu, termasuk pemerintah provinsi dan pemerintah kabupaten, dengan mempertimbangkan protokol kesehatan, terutama yang berkaitan dengan masalah kebersihan.

"Kami, yang dalam pariwisata, makan dengan lauk pauk, jangan biarkan kami makan dengan lauk pauk," katanya sambil tertawa lagi.

Akibatnya, percakapan singkat dengan Anton Thedy, pendiri TX Travel dengan 250 waralaba diikuti oleh praktisi agen perjalanan dari seluruh Indonesia membawa pesan bahwa dunia belum berakhir bro! dan terus berpikir positif dan kreatif karena Allah SWT mencintai umatnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here